♥ fitrah manusia yang hakiki ♥

Posted: 30 November 2009 in Uncategorized

Dari Nabi saw ” Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan Adam sesuai citra-Nya (‘alâ shûratihî).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)

Sadar atau tidak sadar sebenarnya cita-cita kita semua hanyalah Allah itu sendiri. Bukti sederhana adalah kita semua ingin umur panjang, bahkan tidak mau mati. Orang pun berani membayar mahal untuk bisa sembuh dari penyakit yang mengancam jiwanya dan rela menghabiskan uang untuk tetap awet muda. Kita pun ingin menambah terus kekayaan dan kekuasaan kita. Bila kita bertanya pada diri sendiri sampai batas apa kekayaan dan kekuasaan yang dapat memuaskan hati kita? Kita jawab sampai batas tak terhingga. Kita pun ingin apa saja yang kita mau terwujud saat itu juga.

Kita kecewa jika cita-cita kita kandas atau lambat terwujud. Inilah fitrah manusia,ingin hidupnya kekal, tidak pernah mati. Ingin kekayaan dan kekuasaan langgeng tanpa batas. Ingin semua keinginannya terwujud seketika itu juga. Pertanyaannya sekarang: Siapakah di hari ini yang mempunyai keadaan seperti itu? Ternyata, Allah ‘Azza wa Jalla satu-satunya saat ini yang mempunyai semua kondisi ideal itu. Dia hidup tanpa mati, kaya dan kuasa tanpa batas, kehendak-Nya pasti terjadi pada waktu yang Dia tentukan.

Jika kita perhatikan cita-cita kita tadi, sebenarnya kita semua, secara sadar atau tidak, ingin menjadi ‘seperti Dia’. Berbahagialah orang yang sadar akan cita-cita ini karena segala niat dan perbuatannya selalu terpusat pada Allah. Hanya Allah saja yang dapat mewujudkan cita-citanya itu. Semakin giat ia mendekat semakin cepat ia sampai.

Dalam sebuah hadits Qudsi yang terkenal Allah Ta’ala sendiri mengekpresikan kondisi puncak kedekatan hamba dengan-Nya: m”Aku-lah yang menjadi pendengarannya yang dengan itu ia mendengar, Aku-lah yang menjadi pengelihatannya yang dengan itu ia melihat, Akulah yang menjadi tangannya yang dengan itu ia memegang, Akulah yang menjadi kakinya yang dengan itu ia berjalan…” (HR.al-Bukhari dari Abu Hurairah ra).

Jika Allah menjadi pendengaran, pengelihatan, tangan dan kaki seseorang tentulah keadaan tersebut telah didahului oleh Dia menjadi hati orang itu, karena hati lah pusat kesadaran dan kedirian seseorang bukan telinga, mata, tangan dan kakinya. Dia lebih dekat pada seseorang melebihi dekatnya seseorang dengan urat lehernya sendiri. “…dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,” (QS.50:16)

Kita tidak dapat membayangkan keadaan spiritual macam apa yang dialami orang itu. Setetes kenikmatan surgawi terwujud di dunia. Seluruh manusia menyimpan potensi besar ini. “Langit dan bumi-Ku tidak dapat menampung Aku. Tetapi, hati hamba-Ku yang mukmin lah yang dapat menampung Aku.” (Hadits Qudsi). Manusia adalah manifestasi yang paling sempurna dari Nama-Nama dan Sifat Allah. Sayangnya tidak banyak orang yang dapat mencapai puncak kesempurnaan ini ketika hidup di dunia. Kita cenderung terkecoh dan mengejar sesuatu yang semu dengan meninggalkan yang hakiki.

Kita merasa telah mencapai semua hal ketika dunia ada dalam genggaman kita, tetapi sebenarnya kita tetap tidak menca pai apa pun selama belum menjadi ‘seperti Dia’. Di akhirat nanti keadaan yang jauh lebih sempurna akan tercapai. Dia akan mewujudkan keinginan kita untuk menjadi ‘seperti Dia’ di surga. Di surga manusia hidup tanpa ada kematian, tidak tidur, tidak sakit, tidak lelah. Mewarisi surga seluas langit dan bumi. Apa pun yang diharapkan terwujud seketika. Duduk berhadap-hadapan dengan Allah Ta’ala sembari menatap Wajah-Nya yang Maha Indah. Inilah puncak kenikmatan abadi yang tak pernah terlihat, terdengar bahkan tidak pernah terbetik dalam hati.

” Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya mereka melihat.” (QS. 75:23)

dikutip dari: http://www.spiritualsharing.net
————————————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s