Transistor Sebagai Saklar

Posted: 23 Mei 2010 in About physics

Suatu saklar adalah suatu alat dengan dua sambungan dan bisa memiliki dua keadaan, yaitu keadaan on dan keadaan off. Keadaan off / tutup merupakan suatu keadaan yang mana tidak ada arus yang mengalir. Keadaan on / buka merupakan suatu keadaan yang mana arus bisa mengalir dengan bebas atau dengan kata lain tidak ada resistivitas dan besar tegangan saklar sama dengan nol.

Dari grafik rangkaian seri transistor dengan resistor, yaitu grafik output transistor (grafik Ic terhadap Vce) dengan grafik resistor beban, terlihat bahwa transistor bisa memiliki sifat saklar tersebut. Ketika arus basis nol, tidak ada arus kolektor, berarti transistor tutup. Titik itu juga disebut transistor dalam keadaan putus atau cutoff dan merupakan saklar terbuka. Kalau arus basis bertambah besar, arus kolektor bertambah besar sampai garis beban memotong garis output (Ic terhadap Vce) terakhir. Pada titik itu arus kolektor tidak bisa bertambah lagi walau pun arus basis terus naik. Titik itu disebut titik jenuh (saturation point). Kalau arus basis lebih besar daripada yang diperlukan untuk mencapai titik jenuh atau saturasi, dikatakan transistor dalam keadaan saturasi dan over saturation, tegangan kolektor-emitor kecil (0,2-0,3 Volt). Itu berarti dalam situasi ini transistor merupakan saklar tertutup.

Kalau transistor dipakai hanya pada dua titik tersebut (titik putus atau titik saturasi) berarti transistor dipakai sebagai saklar. Daya yang diserap oleh transistor pada dua titik ini kecil (bahkan nol atau titik putus), tetapi dalam keadaan aktif daya yang diserap transistor lebih besar. Sebab itu dalam banyak pemakaian yang mana arus besar harus diusahakan supaya daerah aktif dilewati dalam waktu yang singkat dan transistor tidak menjadi terlalu panas. Agar transistor dalam keadaan jenuh atau jenuh berlebihan, arus basis harus minimal sebesar arus kolektor maksimal dibagi dengan penguatan arus hfe dari transistor.

Arus kolektor maksimal terdapat dari tegangan sumber (Vcc) dibagi dengan resistivitas dari resistor kolektor (Rc), berarti arus kolektor maksimal adalah arus yang paling besar yang bisa mengalir ketika tegangan kolektor-emitor nol. [http://shatomedia.com/webmail]

Saat sebuah transistor digunakan pada suatu rangkaian, fungsi dari transistor tersebut ditentukan oleh kurva karakteristik-nya.

Transistor memeliki kurva karakteristik input, output dan transfer, yang paling umum digunakan adalah kurva karakteristik output. Pada saat Transistor digunakan sebagai saklar, maka daerah yang digunakan pada kurva karakteristik ialah daerah “cut-off” dan daerah “saturasi”, untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.

Daerah yang paling bawah adalah daerah “cut-off”. Pada saat “cut-off” kondisi dari transistor adalah arus basis sama dengan nol (IB = 0), Arus output pada kolektor sama dengan nol dan Tegangan pada kolektor maksimum atau sama dengan tegangan supply (VCE = VCC).

Daerah yang diarsir merah adalah daerah “saturasi”. Pada saat “saturasi” kondisi dari transistor adalah arus basis maksimal (IB=Max) sehingga menghasilkan arus kolektor maksimal (IC=Max) dan tegangan Kolektor Emitor minimum (VCE=0).

Satu contoh di mana transistor dipakai sebagai saklar adalah dalam rangkaian elektronika digital biasanya hanya terdapat dua keadaan, yaitu bertegangan dan tegangan nol atau dengan kata lain hanya terdapat keadaan on dan keadaan off.

[http://elkaubisa.blogspot/2009/04/transistor-sebagai-saklar-bagian1.html]

Dengan memanfaatkan sifat hantar transistor yang tergantung dari tegangan antara elektroda basis dan emitter (Ube), maka kita dapat menggunakan transistor ini sebagai sebuah saklar elektronik, dimana saklar elektronik ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan saklar mekanik, seperti :

a. Fisik relative jauh lebih kecil,

b.Tidak menimbulkan suara dan percikan api saat pengontakan.

c. Lebih ekonomis

[http://www.e-action.co.cc/2009/05/pemanfaatan-transistor-sebagai-saklar.html]

About these ads
Komentar
  1. sari mengatakan:

    bisa dsertakan gambarnya gag

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s